Mengapa ILMU KOMUNIKASI?
Bukan yang lain?
| K |
etika orang-orang berbicara mengenai komunikasi, mereka menyimpulkan bahwa hal itu dapat dilakukan oleh siapa saja. Bayi dengan tangisanya, anak-anak dengan isyaratnya, Orang dewasa dengan keterampilan bahasanya, bahkan penyandang cacat pun memiliki cara tersendiri untuk berkomunikasi. Anggapan bahwa berkomunikasi itu mudah yang menjadi alasan pertama sekaligus tantangan bagi saya untuk mengambil Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Bakrie.
Apa sih yang beda? Saya selalu teringat dengan pelajaran semasa sekolah dulu. Saat SD, SMP, bahkan SMA, semua guru tidak henti-hentinya mengajarkan agar para siswanya menjadi makhluk sosial, apa itu makhluk sosial? Sama. Mereka (Guru) Semua menjawab makhluk sosial adalah makhluk yang bisa bekerja sama dan menjalin interaksi dengan orang lain. Atau pada intinya makhluk sosial tentu tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal itu menjadi alasan kedua saya untuk menentukan pilihan di Program Studi Ilmu Komunikasi.
Pernahkah anda mendengar ini? “Jika kalian ingin punya umur panjang, Perbanyaklah silaturahmi” ya, Kalimat pernyataan diatas sebenarnya diambil dari salah satu Hadist. Kembali ke pernyataan sebelumnya bahwa sebagai makhluk sosial kita harus senantiasa bersilaturahmi. Dengan bersilaturahmi itu artinya kita menjalin komunikasi dengan orang lain. Tentu saja untuk melakukan komunikasi tersebut dibutuhkan basic ilmu agar komunikasi yang kita lakukan bukan sekedar komunikasi dan dapat bermanfaat unuk orang lain. Uraian di paragraf ini adalah alasan ketiga saya mengapa memilih Program Studi Ilmu Komunikasi.
Saya semakin tertarik dengan pernyataan dari sebuah artikel yang ditulis AnneAhira.com :
“Hanya makhluk yang punya akal budi saja yang mampu memahami hasil penggunaan akal dan budi manusia sebagaimana adanya. Dengan menggunakan akal dan budinya ini manusia dapat memberikan jawaban kepada manusia lain yang menyampaikannya.
Cukup menarik bukan? Hal tersebut menjadi alasan keempat saya mengapa memilih program studi ilmu komunikasi J
Tidak henti hentinya manusia membicarakan tentang kemajuan zaman, perkembangan teknologi yang semakin kilat, globalisasi di segala bidang, kemajuan industri, dan sebagainya dalam keseharian mereka. Tantangan demi tantangan mulai menghantui bahkan menjadi momok bagi mereka yang kurang bahkan tidak siap dengan hal tersebut. Bagi mereka yang siap, mungkin bukan masalah. Tapi bagaimana dengan yang tidak siap akan hal itu? Mungkin hal tersebut akan menjadi masalah yang besar bagi mereka. Dalam menjawab tantangan tersebut, tentu menurut saya Ilmu Komunikasi memberikan sebuah peluang atau jalan penyelesaian masalah yang inovatif.
Dengan sebuah pendekatan dan subjek yang unik, saya menyimpulkan bahwa Komunikasi menawarkan suatu solusi bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut. Yaitu melalui pendekatan manusia (human approach). Apa itu human approach ?? Dengan memanfaatkan teknologi keterampilan berbicara/ mempublikasikan sesuatu, komunikasi dapat sangat berperan penting bagi kelancaran dan keberlangsungan hidup manusia.
Dengan Semakin majunya perkembangan Ilmu ini, kini komunikasi kembali dibuat lebih spesifik. Sekarang kita banyak menjumpai Komunikasi Peminatan seperti Public Relation, Advertising, Jurnalism, Marketing dan sebagainya. Semakin banyak pilihan, semakin mudah untuk kita mendalami satu ilmu tertentu.
Berdasarkan Uraian Diatas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Komunikasi adalah bukan hal yang mudah untuk dipelajari, namun akan menjadi mudah apabila kita bias paham mengenai basic ilmunya. Dari basic itu kita dapat kembangkan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk kebutuhan orang banyak. Karena pada hakikatnya Ilmu Komunikasi adalah Ilmu sosial yang harus dapat bermanfaat bagi banyak orang. Terutama sebagai penunjang dalam segala bentuk aktivitas sehari-hari mereka.
Uraian Terakhir yang akan saya utarakan di dalam tulisan ini adalah sebuah harapan mengenai eksistensi Program Studi Ilmu Komunikasi yang ada di Universitas Bakrie. Sebagai Program Studi yang baru berdiri dan belum memiliki lulusan, Ilmu Komunikas I di Universitas Bakrie harus bekerja keras dalam membangun citra positif. Para sivitas Ilmu Komunikasi harus menunjukan performa terbaik mereka agar menjadi daya tarik bagi para calon mahasiswa atau orang lain diluar program studi tersebut. Hal itu sangat penting, mengapa? Karena akan menjadi tolak ukur bagi para lulusanya yang akan segera memasuki dunia kerja.
Saat ini, fasilitas penunjang untuk program studi Ilmu Komunikas sudah baik. Namun tetap harus masih dilakukan penyempurnaan demi kemajuan bersama. Harapan saya Untuk Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Bakrie adalah saya sangat berharap bahwa Program studi ini tidak hanya mengajarkan mengenai basic ilmu komunikasi. Atau biasa kita sebut dengan teori – teori atau materi – materi yang hanya bias kit abaca tanpa penerapan. Tapi saya juga berharap bahwa Universitas Bakrie dapat memberikan soft skill / Keterampilan bagi para mahasiswanya yang mengenyam pendidikan di Ilmu Komunikasi.
Mengapa harus seperti itu? Yang saya takutkan adalah, kita yang mengejar pendidikan lebih tinggi dengen teori yang lebih matang, kalah dengan mereka yang tidak mempunyai basic ilmu dan hanya mengandalkan keterampilan.
Sebagai Contoh : Ahmad dan anton adalah dua orang sahabat. Mereka masuk kuliah pada tahun yang sama yaitu tahun 2011 namun mereka mengambil universitas yang berbeda. Ahmad adalah sarjana d3 lulusan Desain Komunikasi Visual tahun 2013. Sedangkan anton adalah sarjana s1 lulusan Ilmu Komunikasi Tahun 2015. Namun, kini Ahmad sudah membuka usaha percetakan sendiri. Dia bias dapat penghasilan langsung dari usaha yang dijalankanya. Karena semasa kuliahnya dulu, ahmad diberikan keterampilan dalam penguasaan teknologi untuk memasarkan. Lalu bagaimana dengan anton? Anton sekarang masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan dan sedang menerapkan teori teori komunikasi persis spertii yang dulu bapak dan ibu dosen berikan kepadanya. Tanpa soft skill yang dia miliki, sulit bagi Anton untuk berkembang.
Berdasarkan contoh cerita diatas. Dapat disimpulkan bahwa soft skill sangat dibutuhkan. Itulah mengapa saya menaruh harapan besar pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie agar dapat memberikan basic ilmu sekaligus keterampilan yang penting bagi setiap mahasiswanya.
essay yang saya tulis untuk bakrie's week 2011 :)
No comments:
Post a Comment