Sunday, October 16, 2011

BUDAYA KAUM PEMULUNG DI ‘BANTAR GEBANG’


A
pa itu budaya? Seperti kita ketahui budaya adalah cita, rasa dan karsa manusia. Budaya juga memandu kita dalam bertindak, berpikir, dan apapun yang berkaitan dengan objek material yang digunakan dalam kehidupan kita. Bagaimana dengan budaya komunitas pemulung di Bantar Gebang? Bagaimana eksistensi hidup mereka yang harus bertahan hidup di tengah lingkungan yang menurut kita tidak layak?
            Jika kita telaah, komunitas pemulung di bantar gebang telah memiliki kebudayaannya sendiri. Seperti kita ketahui symbol, bahasa, kepercayaan, nilai dan norma yang mereka tanamkan pada komunitasnyaberbeda dengan apa yang kita biasa lakukan. Mereka biasa hidup di tengah-tengah tumpukan sampah dan mencari nafkah dari sampah. Tuntutan kebiasaan dan ruinitas itulah yang membuat mereka bisa mendirikan budaya baru. Mereka biasa menggunakan baju seadanya, keranjang sampah dan topi sebagai symbol yang identik dengan pemulung. Mereka juga mengunakan bahasa Indonesia informal dalam berkomunikasi. Yang unik disini adalah, nilai yang mereka anut. Sebagai contoh, seorang anak yang beranjak remaja dan lahir dari keluarga pemulung tidak akan mengalami cultural shock dengan lingkunganya. Hal itu disebabkan karena mereka menerapkan mores dan folkways bahwa anak yang baik adalah anak yang bisa membantu orang tuanya mencari nafkah. Sehingga tak jarang sebagian besar dari mereka mewariskan pekerjaan sebagai pemulung kepada anak-anaknya.
            Komunitas pemulung adalah komunitas dengan mayoritas berpenghasilan rendah. Pada umunya, mereka yang berpenghasilan rendah berorientasi pada kebersamaan/tradisional. Biasanya mereka lebih memikirkan bagaimana untuk bisa bertahan hidup? Dan sebagainya. Berdasarkan fakta diatas, komunitas ini memiliki nilai toleransi dan kebersamaan yang cukup baik. Walaupun berada di tengah lingkungan yang kurang kondusif, mereka bisa menciptakan popular culture yang dianut harmonis oleh komunitasnya sehingga kehidupan mereka dapat terus berlangsung.

No comments: