
Tipe masyarakat yang ada pada gambar adalah masyarakat yang telah berkembang menjadi Postindustrial society. Di Indonesia, Masyarakat telah menggunakan teknologi komputerisasi untuk mengakses berbagai informasi dengan mudah, murah dan cepat. Pada masa ini, pekerjaan yang banyak diminati adalah pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi informasi (sales, marketing, teacher etc). Sebelum berevolusi menjadi masyarakat postindustrial, masyarakat Indonesia pernah melewati beberapa tahap sebelumnya. Tahapan tersebut antara lain :- Hunting and Gathering Society (Masyarakat nomaden, senang berburu dengan alat sederhana, bersuku-suku)
- Holticultural and Pastoral Societies (masyarakat mulai senang ber “food producing” dan menetap)
- Agrarian societies (Masyarakat mulai mempelajari cara bercocok tanam, mengatur irigasi, mengatur mata uang untuk pembayaran ‘barter,mata uang, dsb’ dan menggunakan peralatan logam)
- Yang terakhir adalah Industrial societies (Masyarakat mulai berpikir u/ memanfaatkan SDA dengan mesin. Mesin dapat mempermudah masyarakat untuk memproduksi apa yang mereka butuhkan, bahkan mempengaruhi pendapatan)
Masyarakat Posindustrial adalah masyarakat modern yang mulai menerapkan social inequality. Mereka yang memiliki kekuatan untuk menguasai ekonomi dan sosial, akan cenderung hidup lebih makmur dari yang lainya.
Saat ini, di Indonesia paham Kapitalisme sedang berkembang pesat. Hal itu menyebabkan mereka yang memiliki modal kuat, cenderung bisa mengekspansi kekayaanya, sedangkan mereka yang tidak memiliki modal, hanya akan menjadi tenaga kerja dengan upah yang rendah (Proletarian). Hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terjadnya konflik sosial antara buruh dan majikan.
Kini, Kapitalisme sudah dianut banyak negara, masyarakat lebih senang mengadopsi mesin untuk mempermudah pekerjaan, dan menghemat waktu serta biaya produksi. Menurut Mark, kapitalisme bisa menyebabkan beberapa hal negative (alienation), seperti pengurangan tenaga kerja manusia, masyarakat yang kompetitif, dan mengurangi potensi masyarakat itu sendiri. Kapitalisme seakan membuat manusia seperti robot. Sedangkan menurut Weber, hal positif dari adanya kapitalisme adalah masyarakat lebih rasional dan tidak lagi terikat pada tradisi, mereka akan lebih teratur dalam berorganisasi, melakukan spesialisasi kerja, lebih disiplin, menghargai waktu, kompeten, impersonal dan berbirokrasi. Mereka akan bertindak lebih rasional dan berbasis pada ilmu pengetahuan.
Dengan datangnya teknologi baru, Sebagian besar wilayah Indonesia sudah menjadi wilayah yang modern dan terbuka. Akibatnya, Revolusi manusia terjadi sangat cepat, dan komunikasi tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu. Faktanya kita dapat menggunakan internet dan berbagai jejaring social (twitter, foursquare, facebook dsb) berkomunikasi. Kita juga dapat memanfaatkan internet sebagai target pasar (online shop). Hal tersebut telah membawa masyarakat kepada tingkat solidaritas organik. Mereka lebih individualis dan terbiasa melakukan spesialisasi kerja. Akibatnya, Division of Labor diterapkan untuk efektifitas dalam keseharian. Berbeda dengan masyarakat desa yang ada di Indonesia, mereka masih menganut solidaritas mekanik yang berorientasi kekeluargaan, dan menjunjung tradisi nenek moyangnya (bercocok tanam dan sebagainya). Masyarakat Modern/industri yang ada sekarang ini sangat berpotensi menghadapi anomi. Saat itu masyarakat akan berada pada satu titik henti kekacauan sosial, dan tidak ada lagi yang menjadi panutan/pegangan dalam bertindak.
No comments:
Post a Comment